Garut Kota Intan ?
Saya,
Irvan Faza akan menjawab setiap pertanyaan yang sangat sering saya dengar,
pertanyaannya adalah Mengapa Kabupaten Garut disebut juga dengan Garut Kota
Intan? Jawaban singkat Irvan Faza adalah itu hanya sebuah nama lain saja, dan
kata INTAN memiliki makna keindahan. Untuk lebih kongkritnya Irvan Faza akan
menjabarkan secara rinci, jawaban dari pertanyaan yang kerap saya dengar
dikalangan masyarakat Garut. Inilah Filosofi atau makna dari sebutan Garut Kota
Intan
Pada
umumnya setiap daerah dan kota di Indonesia memiliki ikon-ikon dengan ciri
khas yang menjadi daya tarik. Keanekaragaman budaya nusantara, kondisi
geografis, budaya dan produktifitas masyarakat membuat setiap wilayah memiliki
julukan tersendiri.
“Swiss
Van Java” adalah julukan yang disandang Kota Garut yang dilatar
belakangi oleh keindahan panorama alam yang menyerupai Switzerland
(Swiss). Sebuah kota yang dikelilingi oleh gunung-gunung vulkanik,
sehingga memberikan hawa sejuk dan tentu saja pemandangan yang memanjakan mata
karena keindahannya.
Pada abad
ke-20, Garut sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit. Bukan
hanya wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan dari mancanegara. Bahkan
pada saat itu sudah terdapat banyak penginapan-penginapan serta
adanya pengelolaan pariwisata yang cukup mumpuni. Selain
penginapan, Garut telah memiliki “Tourist Bureau” yang
berlokasi didepan Stasiun Garut. Tourist Bureau ini bertujuan membantu
para wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang Garut.
Keindahan
Kota Garut diabadikan oleh Herman Benjamins dan Johannes Snelleman dalam Encyclopedie
van Nederlandsch-Indie (Ensiklopedia Hindia-Belanda) yang terbit
pada tahun 1917. Sebagai destinasi terkenal pada masa itu,
muncul julukan Mooi Garoet atau Garoet
Mooi sebagai ungkapan kekaguman dari bahasa Belanda. Mooi Garoet
yang berartiGarut Elok atau Garut Endah. Sebuah pujian
klasik terhadap ke-asrian tanah jajahan Belanda.
Pada
tanggal 8 Desember 1960, Soekarno, presiden Indonesia saat itu berkunjung ke
Garut. Pada kunjungannya, Soekarno merestui julukan Kota Garut
sebagai “Kota Intan”. Julukan kota intan bukan berarti Garut sebagai
penghasil intan. Pantulan cahaya lampu kota membuat sungai Cimanuk
gemerlap pada malam hari, layaknya butiran intan.
Bupati
Gahara yang memimpin Garut pada saat itu juga berhasil menjaga kebersihan
kota, sehingga Garut saat itu sangat bersih dan asri. Bahkan termasuk
salah satu kota paling bersih di Indonesia. Hal ini membuat masyarakat
Garut terpanggil dan sering melakukan kerja bakti tanpa harus diberi perintah.
“Kota
Intan” pun dapat diartikan sebagai Kota Indah, Tertib, Aman, Nyaman.
Saya,
Irvan Faza sebagai masyarakat ASGAR (Asli Garut) meyakini bahwa belum semua
masyarakat yang berdomisili di kabupaten Garut mengetahui hal ini. Maka dari
itu dalam bahasan blog ini saya berharap masyarakat Garut bisa lebih mengetahui
cerita-cerita yang jarang sekali dibahas namun menjadi sebuah pertanyaan besar
pula bagi sebagian besar masyarakat asli Garut.
Source : http://al-mia4.blogspot.co.id/2016/01/kenapa-garut-disebut-kota-intan.html
IRVAN FAZA GARUT
YOUTUBE:
Irvan Faza Garut
INSTAGRAM:
TWITTER:
FACEBOOK:



Pada umumnya setiap daerah dan kota di Indonesia memiliki ikon-ikon dengan ciri khas yang menjadi daya tarik. Keanekaragaman budaya nusantara, kondisi geografis, budaya dan produktifitas masyarakat membuat setiap wilayah memiliki julukan tersendiri.
BalasHapus“Swiss Van Java” adalah julukan yang disandang Kota Garut yang dilatar belakangi oleh keindahan panorama alam yang menyerupai Switzerland (Swiss). Sebuah kota yang dikelilingi oleh gunung-gunung vulkanik, sehingga memberikan hawa sejuk dan tentu saja pemandangan yang memanjakan mata karena keindahannya.
Pada abad ke-20, Garut sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit. Bukan hanya wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan dari mancanegara. Bahkan pada saat itu sudah terdapat banyak penginapan-penginapan serta adanya pengelolaan pariwisata yang cukup mumpuni. Selain penginapan, Garut telah memiliki “Tourist Bureau” yang berlokasi didepan Stasiun Garut. Tourist Bureau ini bertujuan membantu para wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang Garut.
Keindahan Kota Garut diabadikan oleh Herman Benjamins dan Johannes Snelleman dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie (Ensiklopedia Hindia-Belanda) yang terbit pada tahun 1917. Sebagai destinasi terkenal pada masa itu, muncul julukan Mooi Garoet atau Garoet Mooi sebagai ungkapan kekaguman dari bahasa Belanda. Mooi Garoet yang berartiGarut Elok atau Garut Endah. Sebuah pujian klasik terhadap ke-asrian tanah jajahan Belanda.
Pada tanggal 8 Desember 1960, Soekarno, presiden Indonesia saat itu berkunjung ke Garut. Pada kunjungannya, Soekarno merestui julukan Kota Garut sebagai “Kota Intan”. Julukan kota intan bukan berarti Garut sebagai penghasil intan. Pantulan cahaya lampu kota membuat sungai Cimanuk gemerlap pada malam hari, layaknya butiran intan.
Bupati Gahara yang memimpin Garut pada saat itu juga berhasil menjaga kebersihan kota, sehingga Garut saat itu sangat bersih dan asri. Bahkan termasuk salah satu kota paling bersih di Indonesia. Hal ini membuat masyarakat Garut terpanggil dan sering melakukan kerja bakti tanpa harus diberi perintah.
“Kota Intan” pun dapat diartikan sebagai Kota Indah, Tertib, Aman, Nyaman.